Surat Terbuka untuk Pak Nukman Lutfie
Uncategorized 2 Comments »Tanpa disengaja sore tadi tiba-tiba saya kepikiran buat mengunjungi dua 2 blog yang di kelola Pak Nukman Lutfie, blog corporatenya dan blog personalnya. Biasanya memang tak tentu waktu, saya kadang mengunjungi kedua blog yang dikelola beliau, untuk update informasi terbaru yang berhubungan dengan internet strategi dan sepupunya yang memang menjadi bidang keahliannya.
Ada peristiwa yang sedikit mengguncang saya, ketika saya membaca postingan terbarunya tentang launching vivanews.com. Tulisan itu cukup menarik sehingga mengundang saya untuk ikut berkomentar. Tanpa bermaksud apapun.
Sebelum berkomentar, pikiran isengpun mulai menjalar di otak saya, “jangan-jangan pak nukman menurunkan tulisan itu karena vivanews.com menjadi anak asuhnya. Lalu saya mulai ekspolari ke dalam klien listnya untuk menguji hipotesis saya, ternyata tidak ada. Dan saya pun berkomentar.
Selang beberapa waktu setelah berselancar ria saya pun kembali melihat blog tersebut untuk mengetahui respon si empunya. Sungguh senang ternyata pak nukman memberikan komentar balik. Isi kometar saya seperti dibawah ini.
Pertama saya mohon maaf kepada Pak Nukman karena saya curiga bapak menganggakat tulisan ini karena vivanews.com masuk jajaran client bapak.:) tapi di dalam client list tidak ada (apa blm terupdate..:D) Mudahan bapak bisa selalu proporsional dan independen.
Untuk alasan nomor 4, memang konsep portal berita di indonesia menawarkan kecepatan. Kompas yang “berat” beritanya pun dalam versi online menjadi ramping.
Pilihan segementasi cepat dan berbobot cukup tepat. Ada kelompok orang yang memang ingin mendapatkan suatu informasi lebih dalam, tak sekedar kulit luar suatu berita saja.
Perlu di ingat, bersaing dengan nama besar detik dan kompas perlu perhatian ekstra. Mudahan-mudahan vivanews menjadi alternatif bacaan penambah wawasan dan mengajak pembaca berpikir kritis.
Dan komentar balik pak nukman yakni:
Saya maafkan Rommi
Namun Vivanews.com bukan klien saya.Kalau ada bagian tulisan yang dianggap tidak proporsional dan independen, silahkan dikritisi. Biar bisa diskusi di sini.
Nah, sekarang tolong dijelaskan di bagian mana saya tidak proporsional dan independen.
Dari komentar balik pak nukman saya menangkap pak nukman tidak bisa menerima komentar saya. Saya merasa telah terjadi salah paham antara saya dan dirinya.:) Ini yang saya tangkap.
Lebih lanjut lagi saya tidak pernah mengatakan pak nukman lutfie tidak proporsianal dan independen dalam menurunkan postingannya. Maksud saya ingin menyampaikan sejauh ini, dari postingan yang terdapat di blognya, tidak mememihak dan mempromosikan pihak-pihak tertentu.
Saya hanya khawatir, pada siapapun, pak nukman lutfie atau bukan jika orang tersebut tidak senang kepada saya. Saya hanya ingin belajar membangun relasi, pertemanan dengan siapapun, syukur kalau bisa lebih personal. Sadar betul akan arti penting seorang teman.
Terlebih ada keinginan untuk “menghasilkan” dari jalur internet, bekerja tanpa terikat tempat dan waktu. Tak lucu rasanya jika saya sudah menutup pintu pertemanan, salah satunya dengan pak nukman lutfie.
Pada kesempatan ini, postingan ini saya tujukan untuk pak nukman lutfie (yang dalam pandangan saya kurang berkenan atas komentar saya) sebagai maaf yang tulus jika saya salah.